SERAT SINTETIS: PENGERTIAN, JENIS, DAN BEDANYA DENGAN SEMI SINTETIS

Serat sintetis adalah satu dari banyak jenis serat kain yang sering dipakai dalam produk pakaian. Jenis serat buatan ini punya ciri yang khas dan punya keunggulan dari sisi daya tahan dan harga. Bahan ini sangat penting di bidang fashion.

Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut ini untuk lebih mengenal tentang serat sintetis.

Apa Itu Serat Sintetis?

Serat sintetis merupakan serat yang diproses secara kimiawi dari bahan kimia atau zat non organik. Serat ini bisa dibuat dengan memadukan banyak molekul yang dapat diatur dengan baik untuk menghasilkan karakter kain yang diinginkan. Serat sintetis dapat diolah dalam varian bentuk, ukuran, dan warna.

Selain itu, serat sintetis memiliki sifat yang lebih konsisten daripada serat dari bahan alami. Maka dari itu, serat sintetis lebih mudah diterapkan dalam proses produksi kain. Kelebihan lainnya adalah serat sintetis juga lebih gampang dicuci dan dikeringkan bila dibandingkan dengan serat alami.

Tidak cuma untuk produk fashion, serat sintetis juga digunakan untuk berbagai produk. Contohnya untuk pembuatan karpet, kain untuk keperluan industri, dan lain-lain.

Baca Juga: 5 Cara Memperbaiki Serat Kain yang Rusak dengan Mudah

Apa Saja Jenis-jenis Serat Sintetis?

jenis jenis serat sintetis

Ada banyak jenis kain atau bahan yang masuk ke dalam kategori serat sintetis. Namun, untuk lebih jelasnya kamu bisa baca lebih detail berikut ini:

1. Polyester

Polyester merupakan jenis serat sintetis yang dibuat dari polimer asam tereftalat. Keuntungan dari bahan ini adalah awet, tahan pada suhu tinggi, tidak mudah mengembang, dan mudah dicuci. 

Serat polyester ini juga cenderung kurang nyaman digunakan saat cuaca panas dan lembab. Meski begitu, bahan ini juga punya tingkat elastisitas yang tinggi.

2. Viscose

Bahan kain viscose punya tekstur yang halus dan lembut. Kurang lebih karakternya  seperti katun atau wol, namun lebih murah dan lebih gampang dirawat. Kain viscose terbilang adem sehingga cocok meski dipakai di siang hari.

3. Dryfit

Jenis kain satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi para pembaca. Dryfit, adalah jenis kain yang digunakan dalam pembuatan pakaian olahraga dan pakaian outdoor. Bahan ini dibuat dari serat sintetis seperti poliester atau poliakrilonitril yang diformulasikan untuk menarik kelembaban dari tubuh dan menjaganya agar tetap kering dan segar.

Bahan ini juga punya sifat anti bakteri, anti jamur, dan anti bau (odor). Karena kain ini sangat efektif dalam menjaga tubuh tetap kering dan segar, maka tak heran bila kerap digunakan dalam pembuatan pakaian olahraga, termasuk pakaian lari dan pakaian jersey bola. 

4. Parasut

Berikutnya ada kain parasut yang sering ditemui dalam pembuatan jaket. Bahan tersebut harus kuat, tahan lama, dan mampu menahan tekanan udara yang berat saat digunakan. Kain ini bisa menahan beban yang berat, tahan terhadap cuaca buruk, dan water proof 

Selain itu, kain parasut bisa menyebar tekanan udara secara merata untuk menjamin keamanan dan stabilitas saat digunakan. Beberapa produk yang digunakan dari bahan parasut seperti payung dan jaket.

5. PE Soft

Bahan berikutnya adalah PE soft. Terbuat dari bahan polyester 100%, namun dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki daya resap serupa dengan katun. Kain PE Soft juga sangat bagus bila akan dicetak dengan metode full print.

6. Lacoste PE 

Lalu ada Lacoste PE, yang juga terbuat dari 100% polyester. Namun bahan ini didesain agar punya serat serupa dengan bahan lacoste pique. Bahkan, kain ini juga punya kemampuan yang lebih unggul dari Lacoste CVC. Kamu bisa membawa hasil desain di kaos ini lewat metode DTF atau full print.

7. Poly Spandex

Poly spandex adalah jenis bahan yang terdiri dari gabungan antara polyester dan spandex. Poliester adalah jenis serat sintetis yang bisa menahan panas tubuh, Sedangkan spandex, juga dikenal sebagai jenis serat sintetis dan mampu menambah fleksibilitas dan elastisitas pada produk tekstil. 

Bahan ini sangat cocok dipakai sebagai model baju yang dipakai untuk olahraga. Contohnya untuk aksesoris olahraga.

8. Nilon

Serat Nylon adalah salah satu serat alam yang dihasilkan dari campuran minyak bumi. Nylon atau serat nilon merupakan sebutan lain untuk jenis kain polimer sintetis yang dikenal sebagai poliamida. Benang nilon banyak diproduksi sebagai bahan pembuatan rompi dan jaket parasut

Bahan nilon memiliki sifat yang sangat berkilau, kuat, tahan terhadap gesekan, elastis, tahan jamur, dan tidak cepat kusut. Kelebihan dari serat ini juga adalah tidak mudah lecet, tahan air serta panas, dan menghambat berkembangnya jamur. Sementara kelemahannya yaitu akan terbakar bahkan meleleh jika terkena sinar UV secara berlebihan dan juga daya menyerap airnya lemah.

9. Rayon

Terdapat 2 jenis kain rayon, yang pertama ada serat rayon asetat yang termasuk jenis serat semi sintetis, elastis, namun cukup mudah kusut. Rayon asetat seringkali dipakai untuk bahan kain tenun serta pakaian wanita, contohnya baju daster sebab seratnya bersifat lembut dan hangat. Rayon asetat juga biasa digunakan untuk pembuatan kerah baju kemeja.

Kemudian yang kedua ada serat rayon kupramonium, yaitu serat selulosa yang diregenerasikan. Serat rayon kupramonium mempunyai sifat mulur, bisa terbakar ketika di suhu 180 derajat celcius, sehingga jika terkena sinar matahari secara lama kekuatannya akan berkurang. Serat ini banyak digunakan sebagai bahan pakaian, kaos kaki, hingga pakaian dalam.

Baca Juga: 10 Ciri-ciri Serat Kapas, Kelebihan, serta Kekurangannya

Apa Saja Perbedaan Serat Sintetis dan Semi Sintetis?

perbedaan serat sintetis dan semi sintetis

Kedua serat, baik sintetis dan semi sintetis adalah dua macam serat yang dipakai dalam industri tekstil. Kedua jenis serat ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam hal asal-usul, proses produksi, sifat-sifat, dan aplikasinya. 

Serat sintetis maupun semi sintetis punya banyak kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaannya.

1. Proses produksi 

Serat sintetis: dibuat secara kimiawi dari bahan-bahan buatan manusia.

Serat semi sintetis: dibuat dari bahan alami yang kemudian diubah menjadi serat melalui proses kimia.

2. Tingkat kesulitan

Serat sintetis: melalui proses kimia yang rumit.

Serat semi sintetis: diolah dengan proses yang lebih sederhana.

3. Daya tahan

Serat sintetis: lebih tahan lama dan tahan terhadap panas 

Serat semi sintetis: kurang tahan lama serta cenderung lebih mudah rusak.

4. Daya elastis

Serat sintetis: cenderung kurang elastis 

Serat semi sintetis: punya tingkat: elastisitas yang lebih baik

5. Penggunaan

Serat sintetis: cocok untuk pakaian olahraga.

Serat semi sintetis:  cocok untuk baju lebih kasial. 

6. Biaya

Serat sintetis: Biaya produksi lebih rendah. 

Serat semi sintetis: biaya produksi lebih tinggi.

7. Dampak pada lingkungan

Serat sintetis: dapat menyebabkan dampak yang lebih besar pada lingkungan. 

Serat semi sintetis: diolah dengan teknologi lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: 6 Jenis Bahan Serat yang Bisa Dijadikan Kain: Alami dan Buatan

Kesimpulannya, serat sintetis dipakai dalam pembuatan kain yang mengutamakan daya tahannya dibandingkan kenyamanan.Berbeda dengan serat semi sintetis yang cenderung mengutamakan kenyamanan dibandingkan daya tahannya.

Jadi, sekarang kamu sudah tahu bahwa serat sintetis adalah jenis tekstil yang banyak digunakan dalam industri fashion. Dapatkan produk fashion dan merchandise dengan bahan serat sintetis di Tshirtbar sekarang juga!

CTA BANNER Custom

Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

One response to “SERAT SINTETIS: PENGERTIAN, JENIS, DAN BEDANYA DENGAN SEMI SINTETIS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 2 3 225