Perbedaan Sablon Rubber dan Plastisol

Dalam dunia konveksi, ada beberapa teknik sablon berdasarkan pada jenis tinta sablon yang digunakan. Dua jenis sablon yang paling umum digunakan adalah sablon rubber dan plastisol. Perbedaan sablon rubber dan plastisol ini bisa terlihat dari jenis atau material utama tintanya. Lalu, perbedaan dapat dilihat juga dari kelebihan serta kekurangan masing-masing jenis sablon.

 

Bahan dasar tinta

Perbedaan sablon rubber dan plastisol yang pertama adalah bahan dasar yang terkandung pada kedua jenis tinta sablon ini. Tinta sablon rubber ini berbahan dasar air (water based)yang dapat menyatu atau dapat dikerjakan dengan menggunakan bantuan air. Sementara tinta plastisol ini berbahan dasar minyak (oil based).

 

Tinta sablon plastisol yang berbahan dasar minyak ini umumnya digunakan untuk jenis desain yang memiliki detail-detail kecil. Ini dikarenakan hasil akhir produksi dengan tinta sablon plastisol yang dapat menghasilkan cetakan yang rapat. Sebaliknya, tinta rubber lebih sering digunakan untuk desain yang diaplikasikan pada kain yang lebih gelap warnanya karena hasilnya dapat menonjolkan warna desain dengan lebih baik.

 

Kelebihan yang berbeda

Masing-masing jenis tinta sablon ini jelas memiliki kelebihan. Perbedaan sablon rubber dan plastisol ini akan terlihat lebih jelas dari kelebihan-kelebihan keduanya. Kelebihan dari sablon plastisol adalah dapat menghasilkan warna yang lebih cerah lengkap dengan efek glossy. Sementara sablon jenis rubber tidak memiliki hasil akhir demikian, warnanya tidak begitu cerah, dan tidak memiliki efek glossy atau mengkilap.

 

Kelebihan dari sablon rubber sendiri adalah murahnya biaya produksi. Ini dikarenakan tinta rubber yang harganya jauh lebih murah daripada tinta plastisol. Namun sebanding dengan harganya, kualitas akhir dan durabilitas hasil desain dengan plastisol juga lebih tahan lama daripada sablon rubber.

 

Perbedaan sablon rubber dan plastisol lainnya adalah kelebihan yang hanya dimiliki sablon rubber, yakni hasil sablon rubber yang perawatannya sangat mudah. Tidak seperti kaos sablon plastisol yang tidak tahan panas, sehingga harus hati-hati saat akan disetrika. 

 

Tekstur yang dihasilkan

Dilihat dari tekstur serta kualitas hasil sablon, perbedaan sablon rubber dan plastisol juga jelas terlihat. Sablon plastisol dianggap lebih unggul dari rubber karena tinta plastisol yang dapat mencetak raster dalam ukuran yang sangat kecil. Selain itu, tekstur yang dihasilkan terasa timbul saat disentuh (emboss). Berbeda dengan sablon rubber yang memiliki tekstur elastis dengan tingkat kerapatan yang tinggi. Saat disentuh, hasil sablon rubber terasa lebih halus dan terkesan menyatu dengan kain. 

 

Proses penyablonan

Perbedaan sablon rubber dan plastisol juga dapat dilihat dari proses penyablonan itu sendiri. Untuk sablon rubber, proses pembuatannya dapat dibilang jauh lebih sederhana dan ringkas kalau dibandingkan dengan proses pembuatan sablon plastisol karena tidak dibutuhkan banyak peralatan dalam proses produksinya. Untuk sablon dengan desain-desain minimalis dan standar, jenis sablon rubber sangat disarankan.

 

Sementara itu, proses pembuatan sablon plastisol termasuk rumit. Ini dikarenakan dibutuhkan lebih banyak alat dalam proses produksinya. Terutama alat untuk membantu proses pengeringan dikarenakan tinta plastisol butuh waktu yang lama untuk benar-benar kering dan menyerap pada bahan kain.

 

Limbah sablon rubber dan plastisol

Terakhir, perbedaan sablon rubber dan plastisol dapat Anda lihat dari limbah proses produksi. Saat produksi menggunakan tinta rubber, seringkali ditemukan kerak-kerak yang mengering pada screen begitu produksi selesai. Ini dikarenakan sifat tinta rubber yang sangat cepat kering. Alhasil, semakin banyak produksinya, semakin banyak pula limbah sablon yang dihasilkan.

 

Sebaliknya, saat produksi dengan menggunakan tinta sablon plastisol, limbah yang dihasilkan jauh lebih sedikit. Karena sulit kering, maka sisa-sisa tinta masih bisa dikumpulkan, dikembalikan ke kaleng tinta, lalu disimpan untuk kemudian digunakan lagi.

Baca Juga: Inilah Cara Sablon Plastisol

Masing-masing perbedaan jenis sablon menonjolkan masing-masing keunggulan dan kekurangannya. Anda tinggal memilih jenis sablon mana yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi Anda. Berikutnya, Anda bisa menghubungi Tshirtbar untuk membantu Anda memproduksi desain sablon Anda. Pemesanan bisa dilakukan secara online dan tanpa minimal order!

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan Wicaksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *