6 Perbedaan Sablon DTG dan Plastisol, Mana yang Terbaik?

Perbedaan sablon DTG dan Plastisol sepertinya masih banyak yang belum paham. Padahal keduanya punya ciri yang berbeda. Sablon sendiri adalah sebuah teknik cetak yang menggunakan alat khusus untuk menghasilkan gambar. Nantinya, gambar tersebut akan muncul pada area tertentu.

Mungkin kamu sering dengar sablon pada industri fashion. Tapi karena seiring waktu berjalan, teknik sablon sudah bisa diterapkan untuk produk lainnya. Seperti contoh: tumbler, payung, bahkan alat ibadah seperti sajadah.

Sablon DTG dan Plastisol adalah dua diantara jenis sablon yang banyak digunakan. Supaya kamu lebih paham, mari simak sampai habis tentang perbedaan sablon DTG dan Plastisol khusus di artikel ini.

Apa Itu Sablon DTG?

sablon dtg

Sablon DTG atau Direct To Garment adalah pilihan teknik sablon digital yang bisa langsung diaplikasikan pada media kain. Dalam prosesnya DTG tidak perlu media transfer khusus dan juga tidak membutuhkan tinta tertentu. Artinya tinta sablon tidak akan ”terasa” saat disentuh. 

Ibaratnya seperti mencetak pada kertas, namun media yang dipakai adalah kain. Dengan teknik DTG, maka cetakan cukup dilakukan sekali jalan. Tidak perlu screen sehingga prosesnya pun terbilang cepat. Hampir semua warna bisa tercetak dengan sempurna lewat sablon DTG.

Tahap pengerjaan sablon DTG dimulai dari tahap pretreatment baju. Kemudian di-print dan lanjut ke proses akhir dengan bantuan alat heat press. Sablon baju pun sudah jadi dan siap digunakan.

Baca Juga: Apakah Sablon DTG Awet? Kenali Dulu Perbedaannya

Apa Itu Plastisol?

Istilah sablon plastisol sendiri muncul karena sesuai dengan jenis tinta yang digunakan. Plastisol sendiri merupakan salah satu jenis tinta yang berbahan dasar minyak. Tinta ini diolah dari PVC dan plasticizer yang dipanaskan, Tinta plastisol tidak larut dalam air sehingga tidak menyerap atau merembes ke dalam serat kain.

Plastisol printing adalah metode cetak secara tradisional. Bisa dibilang plastisol sangat spesial. Sebab tidak ada jenis sablon yang punya tekstur sama. Kualitas dari plastisol juga baik, tahan lama dan mudah dimodifikasi.

Biasanya metode plastisol sering kali dipilih untuk mencetak pada area kecil. Bahan yang bisa kamu pilih pun tidak terbatas, Jadi kamu bebas rancang sesuai keinginan.

Baca Juga: Apa Itu Sablon Plastisol? Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Sablon DTG?

Teknik sablon DTG adalah pilihan paling praktis untuk produksi cetak baju. Mungkin saja kamu sudah punya rencana untuk membuat kaos desain sendiri. Kamu bisa bebas berekspresi dengan teknik tersebut tanpa memakan banyak waktu. Maka dari itu, kami akan jelaskan bagaimana pro dan kontra tentang sablon DTG untuk bisa kamu pikirkan lagi lebih matang.

Kelebihan

  1. Waktu: Dengan bantuan mesin tentunya tidak menguras banyak waktu. Kamu tidak perlu menunggu berhari-hari untuk menyelesaikan cetak sablonnya. Beda halnya dengan metode screen printing.
  2. Hasil: Pilihan terbaik untuk desain yang membutuhkan ragam warna berbeda. Warna yang ditimbulkan sangat tajam dan cerah. Serta teksturnya terasa sangat halus. Selain itu juga sangat memungkin untuk mencetak gambar fotografi dengan resolusi tinggi.
  3. Sustainable: Sablon DTG menekan jumlah limbah tekstil seperti tinta. Sebab proses yang dilakukan hanya sekali jalan. Di luar itu juga memang lebih awet untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.
  4. Kuantitas: Kamu tidak perlu minimum order untuk mencetak dengan sablon DTG. Karena prosesnya cepat dan akurat.
  5. Efektif: Sablon bisa dilakukan secara langsung pada baju tanpa perlu screen sebagai media transfer desain sablon. Teknologi modern membuat kegiatan apapun lebih efisien, termasuk teknik sablon DTG.

Kekurangan

  1. Bahan: tidak semua kain bisa cocok dengan sablon DTG. Hanya katun yang paling cocok dengan teknik sablon ini. Atau kain lainnya yang berserat tipis.
  2. Operasional: Mesin DTG cepat panas. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk dipakai dalam ruangan yang menggunakan pendingin seperti AC.
  3. Ketahanan: Dari segi awet, sablon DTG dinilai kurang awet bila dibandingkan dengan metode printing lainnya.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Plastisol?

Teknik printing plastisol mungkin saja bisa jadi opsi cetak lainnya. Kami akan melanjutkan lebih detil bagaimana plastisol sangat layak untuk dipilih. Apalagi kalau kamu sangat menomor satukan soal kualitas dari sebuah produk.

Kelebihan

  1. Kualitas: Hasil cetak sangat cerah dan tidak kusam. Hasil desain dari plastisol pun tidak mudah lepas dari media cetaknya.
  2. Daya tahan: Sablon plastisol sangat kuat merekat pada kain. Meskipun sudah dicuci berkali-kalipun hasilnya akan tetap bagus.
  3. Ekslusif: Tidak banyak produsen yang menyediakan sablon plastisol. Harganya yang lebih tinggi pun jadi faktor mengapa plastisol 
  4. Fleksibel: Bisa digunakan pada banyak jenis kain, tidak seperti sablon DTG. Dengan catatan bahan kain tersebut tidak mudah menyerap panas.

Kekurangan

  1. Harga: Sablon plastisol terbilang lebih mahal karena tintanya sendiri tidak mudah dijumpai.
  2. Perawatan: Hasil cetaknya tidak bisa disetrika secara langsung. Artinya sablon plastisol sedikit ribet dalam perawatannya untuk menjaga kualitas cetaknya.
  3. Proses: Dari tahap pembuatannya sejak awal memang memakan waktu lebih lama. Hal ini diakibatkan karena plastisol tidak mudah kering. 

Baca Juga: 7 Contoh Baju Sablon dengan Desain yang Menarik

Apa Saja Perbedaan Sablon DTG dan Plastisol?

sablon manual vs sablon digital

Ada beberapa poin penting yang membedakan antara sablon DTG dengan plastisol. Pentingnya untuk mengetahui perbedaan keduanya sebagai acuan sebelum kamu memproduksi baju dengan hasil desain sendiri.

1. Harga

Sablon DTG: murah

Plastisol: lebih mahal

2. Daya tahan

Sablon DTG: kurang tahan lama

Plastisol: lebih tahan lama

3. Hasil cetak

Sablon DTG: full color

Plastisol: satu warna block

4. Proses

Sablon DTG: sangat cepat

Plastisol: butuh waktu lama

5. Sustainability

Sablon DTG: tidak menimbulkan limbah pakaian

Plastisol: mengandung limbah berbahaya

6. Perawatan

Sablon DTG: bisa disetrika

Plastisol: tidak bisa disetrika

Itu tadi beberapa poin penting tentang apa bedanya sablon DTG dan plastisol. Sehingga bisa disimpulkan bahwa metode printing DTG masih jadi unggulan untuk sablon baju custom sendiri. Tshirtbar sebagai penyedia jasa custom baju tentunya memberikan pelayanan terbaik dalam urusan cetak produk. Bisa untuk produk fashion dan merchandise lainnya. Hubungi team sales kami atau langsung order melalui Shopee dan Tokopedia resmi Tshirtbar.

Contributor and Creative at Tshirtbar at Tshirtbar
Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *