Last Update: September 30th, 2022 at 4:14 pm

Ternyata Inilah Perbedaan Hoodie dan Sweater

Di tengah cuaca yang sedang cukup dingin, tentu banyak orang yang memerlukan pakaian untuk melindungi dari hawa dingin. Akan tetapi, sudah kamu tahu perbedaan hoodie dan sweater? Sepintas memang kedua produk ini mirip antara satu sama lain. Bahkan sebenarnya hoodie dan sweater bisa dibilang adalah produk yang sangat serupa.

Hoodie sebenarnya adalah sweater yang memiliki topi kupluk yang bisa dipakai kapan saja. Topi kupluk ini sering kali disebut sebagai hood, yang akhirnya bahasanya dibuat menjadi sangat informal yaitu hoodie. Agar semakin jelasnya, yuk simak penjelasan mengenai perbedaan hoodie dan sweater berikut ini.

Apa Pengertian Hoodie?

apa pengertian hoodie

Hoodie adalah kata yang berasal dari Bahasa Inggris “hood” yang berarti penutup kepala atau tudung. Sampai sini, kamu sudah mendapatkan definisi dari apa pengertian hoodie dan ciri utamanya adalah memiliki penutup kepala. Jika dilihat dari bentuknya, hoodie merupakan pakaian lengan panjang yang mempunyai desain kantung atau saku di bagian depannya. Pada bagian tudung hoodie juga terdapat tali guna menyesuaikan ukurannya ketika kamu memakainya.

Melihat di bagian depan hoodie, terdapat resleting atau zipper yang berfungsi untuk menutup dan membuka bagian depan menjadi terbelah. Hoodie yang memiliki resleting ini seringkali disebut sebagai ziphood atau zipper hoodie. Sementara, ada juga versi hoodie lainnya yang tidak memiliki resleting. Hoodie tanpa resleting ini yang sering kita temukan dan dijual di pasaran. Hoodie tak hanya sekedar pakaian lengan panjang dengan tudung penutup kepala, namun mereka memiliki 2 jenis yakni versi tanpa resleting dan versi ziphood dengan resleting pada bagian depannya, jadi jangan sampai salah ya!

Baca Juga: Rekomendasi Desain Hoodie Kelas Keren

Apa Pengertian Sweater?

apa pengertian sweater

Sweater merupakan kata Bahasa Inggris yang bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti penghangat. Sesuai dengan namanya, sweater berfungsi sebagai penghangat tubuh, khususnya saat musim dingin atau hujan. Oleh sebab itu, pada umumnya sweater terbuat dari bahan kain katun, wol, fleece, serta baby terry yang teksturnya lebih tebal. Sweater dapat kamu gunakan sebagai outerwear, misalnya pelapis kaos, kemeja, blues, dan baju lainnya.

Sweater juga merupakan terkadang dibuat dengan teknik dirajut yang digunakan untuk menutupi tubuh sampai bagian lengan. Maka dari itu, tidak heran jika pakaian ini selalu hadir dengan model lengan panjang. Untuk jenis-jenisnya, tak hanya terdapat satu macam sweater saja, lho. Tetapi juga, terdapat beberapa jenis seperti cardigan yang ciri khas bagian depannya terbuka oleh kancing dan pullover yang bagian depannya tertutup tanpa ada resleting ataupun kancing.

Baca Juga: Apa itu Bahan Babyterry? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Perbedaan Hoodie dan Sweater

Istilah hoodie juga sangat umum ditelinga masyarakat Indonesia, terutama diantara kaum milenial dan anak-anak muda. Akan tetapi selain topi kupluk, hoodie juga memiliki kantong dibagian perut hoodie yang bisa dipakai untuk meletakkan kedua tangan kita dan memberikan rasa hangat pada tangan. Dengan kedua ciri tersebut yang menjadikan pembeda utama antara sweater dan hoodie. Akan tetapi di kalangan anak muda, hoodie lah yang menjadi andalan utama dan paling populer. Sebab hoodie disebut lebih banyak memiliki nilai kegunaan. Terutama saat hujan, topi kupluk dari hoodie bisa melindungi kepala dari rintik air hujan atau pun juga bisa melindungi dari sengatan sinar matahari.

perbedaan hoodie dan sweater

Hoodie dan sweater umumnya menggunakan bahan yang mirip, yaitu Cotton Fleece atau PE Fleece. Kedua bahan ini merupakan bahan yang paling umum dipakai untuk memproduksi hoodie dan sweater. Cotton fleece adalah bahan tebal yang terbuat dari katun yang memiliki ciri-ciri halus diluar dan berbulu dibagian dalam sehingga memberikan kehangatan ekstra pada tubuh. Bahan ini terbuat dari katun 100 persen dan bisa ditarik sedikit stretch sehingga sangat nyaman untuk dipakai. Ketebalan bahannya biasanya menggunakan gramasi sekitar 300 gsm, cukup tebal untuk dipakai di daerah cuaca dingin. Akan tetapi, karena bahan Cotton Fleece menggunakan porsi katun yang sangat besar, harganya pun menjadi cukup mahal. Bahan ini jarang dipakai untuk keperluan promosi, namun lebih sering dipakai untuk distro di mana harga retail nilainya besar.

Selain itu, hoodie dan sweater sering menggunakan PE Fleece. Bahan ini sepintas mirip dengan Cotton Fleece, namun permukaannya lebih licin sebab, bahan dasarnya bukan dari katun namun dari benang polyester. Bagian dalam bahan ini juga memliki bulu yang memberikan rasa hangat pada penggunanya. Namun pembeda utamanya terletak pada kemampuan stretch bahan di mana bahan PE Fleece hampir tidak bisa ditarik stretch sama sekali dan cenderung memberikan rasa panas bila cuaca kurang dingin.

Selain itu, bahan PE Fleece juga jauh lebih murah dari pada bahan Cotton Fleece, sehingga PE fleece biasanya lebih sering dipakai untuk keperluan promosi, komunitas dan lain-lain di mana harga budget mungkin tidak setinggi konsumen yang memakai Cotton Fleece. Kedua bahan ini bisa dicustom dengan desain sendiri menggunakan print polyflex dan DTF. Untuk DTG, sangat tidak disarankan sebab, hasil print DTG di atas bahan fleece akan sangat redup dan tidak memiliki warna yang tajam. Terlebih lagi, print DTG hanya bisa untuk Cotton Fleece, dan tidak bisa dilakukan di atas bahan PE Fleece.

Baca Juga: Apa Itu Bahan Fleece Cotton?

Selain polyflex dan DTG, hoodie bisa diprint dengan sublimasi atau fullprinting. Namun bahan yang digunakan akan sedikit berbeda, yaitu menggunakan bahan diadora, di mana bahan tersebut tidak memiliki sisi berbulu, namun cukup nyaman dan hangat untuk dipakai. Kelebihan fullprinting adalah mampu untuk menghasilkan gambar diseluruh bagian kain dan hasil print yang menyerap total ke dalam kain.

Di Tshirtbar kamu bisa custom hoodie dengan desain favorit kamu tanpa minum order! Tunggu apalagi segera hubungi tim sales kami di sini untuk mendapatkan penawarannya.

 

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *