Last Update: October 7th, 2019 at 1:24 pm

Kenali Jenis Bahan Cotton Combed Dan Perbedaannya

Cotton combed dikenal sebagai jenis kain katun yang banyak beredar di pasar Indonesia, hal ini berkaitan dengan kain tersebut yang menjadi bahan favorit di kalangan industri konveksi. Karena selain dikenal sebagai bahan yang lembut, cotton combed juga terkenal halus dan nyaman saat digunakan. Tidak heran jika kemudian banyak orang yang menjadikan cotton combed sebagai salah satu jenis bahan katun unggulan. Bahkan hingga kini belum ada jenis bahan kain lain yang mampu menandingi penjualan dari bahan tersebut.

Sementara itu, dalam proses pembuatannya cotton combed dikenal sebagai salah satu bahan yang cukup banyak memakan waktu. Pasalnya serat dari kain ini harus melalui proses khusus sebelum kemudian diputar pada mesin pemintal.

Salah satu proses yang dikenal dalam pembuatannya adalah carding yaitu bentuk penyisihan antara benang yang halus dari benang yang masih kasar. Setelah melalui proses tersebut, cotton combed itu tadi akan melalui proses combing yang dikenal sebagai bentuk seleksi dan dilakukan untuk memisahkan dari bagian bulu sisa. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan kain katun tersebut diberi nama sebagai cotton combed, karena memang membutuhkan waktu lama dalam proses pembuatannya dan harus melewati bagian combing terlebih dahulu.

Dalam penggunaannya, jenis kain yang satu ini sangat cocok untuk digunakan di kawasan yang memiliki iklim tropis seperti halnya Indonesia, hal tersebut berkaitan dengan kemampuannya yang baik dalam menyerap keringat. Selain itu, kain cotton combed juga dinilai jauh lebih mahal dibandingkan dengan kain dari jenis katun lainnya. Lebih dari itu, cotton combed juga seringkali digunakan sebagai bahan sprei, kaos kaki, kaos, piyama, atau bahkan digunakan sebagai bahan jenis pakaian lainnya.

 

Maksud Angka Serta Huruf pada Jenis Cotton Combed

Dalam proses pembuatannya cotton combed diproduksi dengan tingkat ketebalan serta bentuk rajutan yang berbeda antara satu dengan lainnya, hal ini menjelaskan bahwa bahan cotton combed memiliki variasi yang cukup beragam. Untuk tingkat ketebalannya sendiri umumnya disesuaikan dengan selera atau bahkan permintaan dari pihak pasar. Karena itulah agar dapat membedakan cotton combed yang satu dengan lainnya menjadi lebih mudah, maka diberilah sistem penomoran atau penggunaan angka sebagai simbol yang dapat mewakili tingkat ketebalan dari masing-masing bahan cotton combed itu sendiri.

Untuk saat ini di pasar Indonesia terdapat sekitar 4 jenis cotton combed yang berbeda antara satu dengan lainnya, yaitu cotton combed 20, 24, 30, serta 40. Setiap angka yang diberikan pada bahan cotton combed tersebut menunjukkan bahwa tipe kerapatan dari benang yang dimilikinya dalam proses perajutan hingga berbentuk menjadi kain itu berbeda antara satu dengan lainnya. Dengan kata lain, semakin kecil nominal angka yang dimilikinya, maka semakin tebal tingkat rajutan yang dimiliki oleh kain itu tadi, dan begitu pun sebaliknya. Namun selain tingkat ketebalan di bagian atas tadi, ada pula beberapa clothing line yang dengan sengaja meminta proses perajutan dengan tingkat ketebalan yang berbeda dari pilihan di atas tadi, seperti halnya dengan ukuran 28, 32 hingga 34.

Selain tingkat kerapatan, ada pula perbedaan lain yang dapat dilihat dari rajutan bahan kaos yang digunakan, hal ini dapat anda bedakan melalui penggunaan jumlah jarum yang digunakan olehnya. Untuk saat ini pembuatan cotton combed umumnya menggunakan 2 jenis jarum yang berbeda, yaitu jarum tunggal atau single knit serta jarum ganda yang dikenal dengan sebutan double knitt. Untuk jarum single knitt umumnya disingkat menjadi ‘s’ sedangkan untuk penggunaan jarum double knitt disingkat menjadi ‘d’. Penggunaan kedua huruf tersebut umumnya diletakkan di bagian belakang dari angka yang menunjukkan ketebalan serta kerapatan rajutan dari cotton combed di bagian atas tadi.

Dari penjelasan di bagian atas tentunya dapat anda pastikan bahwa rajutan dari cotton combed dengan singkatan ‘s’ umumnya jauh lebih renggang sedangkan bahan cotton combed dengan singkatan ‘d’ tentunya memiliki karakter yang lebih rapat, lentur serta tebal.

 

Perbedaan Cotton Combed Jenis 20s, 24s, 30s, dan 40s

Berikut penjelasan mendasar mengenai perbedaan dari jenis cotton combed yang sering digunakan:

 

Cotton Combed 20s

Bahan cotton combed 20s ini dikenal dengan gramasi dari bahan kaos dengan ukuran 180-220 gr/m2 dan menggunakan rajutan single knitt. Bahan ini menjadi salah satu bahan yang paling populer dibandingkan dengan cotton combed lainnya, apalagi setelah bermunculannya jenis kaos polos yang memudahkan pihak konveksi atau pun vendor untuk melakukan sablon dengan lebih mudah.  

 

Cotton Combed 24s

Meskipun dikenal dengan karakter rajutan yang sama yaitu menggunakan single knitt namun untuk tingkat gramasi yang dimiliknya hanya berkisar pada angka 170 hingga 210 gr/m2 saja. Jenis cotton combed yang satu ini banyak digunakan oleh pihak konveksi kaos yang ada di Bandung, dan beberapa clothing line yang ada di Jakarta. Selain nyaman, cotton combed ini juga dikenal sebagai bahan kaos yang tidak terlalu tebal serta tidak terlalu tipis untuk digunakan.

 

Cotton Combed 30s

Cotton combed 30s dikenal sebagai bahan yang paling banyak diminati oleh anak-anak perkotaan, bahkan bahan ini sangat diandalkan oleh pihak distro serta clothing line. Hat tersebut tentunya berkaitan dengan kondisi bahan combed itu tadi yang dikenal dengan serat tipis sehingga tidak panas saat digunakan. Untuk gramasi yang dimilikinya pun hanya berkisar pada angka 140 hingga 160 gr/m2 sedangkan jenis rajutannya menggunakan single knitt.

 

Cotton Combed 40s

Dibandingkan dengan beberapa bahan cotton combed di bagian atas tadi, tentunya bahan yang satu ini dikenal sebagai bahan yang paling tipis. Hal ini berkaitan dengan tingkat gramasi yang dimilikinya yang hanya 110 hingga 120 gr/m2 saja. Selain itu ia juga menggunakan jenis rajutan single knitt.

Demikianlah kiranya penjelasan singkat mengenai jenis bahan cotton combed serta perbedaan yang dimilikinya.

 

Artikel Terkait:

Bryan Wicaksono

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan Wicaksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *