Last Update: November 19th, 2022 at 9:05 pm

Perbedaan Bahan Taslan dan Parasut yang Perlu Kamu Tahu

Terdapat banyak jenis kain yang bisa dipilih sebagai bahan pembuatan pakaian untuk sehari-hari. Namun jika kamu sedang bingung mencari bahan pakaian yang sifatnya anti air serta cepat kering saat dicuci, mungkin bahan taslan adalah opsi yang tepat. Bahan kain taslan juga bisa digunakan dalam kondisi cuaca dingin karena dapat menghalau suhu rendah yang masuk ke dalam tubuh.

Seiiring berkembangnya waktu dan teknologi di industri konveksi, bahan taslan hadir sebagai terobosan baru dalam produksi pakaian olahraga, jaket atau bahkan jas hujan. Bahan taslan juga memiliki beberapa keunggulan yang menjadi karakteristiknya tersendiri.

Bahan taslan adalah kain yang terbuat dari polyester yang dimana membuatnya cukup efektif ketika digunakan untuk berolahraga ataupun cuaca dingin. Memiliki sifat yang anti-air juga seringkali dimanfaatkan sebagai pembuatan jas hujan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bahan taslan, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Bahan Taslan?

apa itu bahan taslan

Bahan taslan adalah salah satu jenis kain modern yang diproduksi dengan menggunakan nanoteknologi yang ada saat ini. Teknologi tersebut dapat mengolah serat polyester atau nylon menjadi sebuah kain yang kuat dan bisa digunakan dalam waktu jangka panjang.

Selain itu bahan taslan adalah kain yang mampu mempercepat penguapan keringat, sehingga tak heran bahan ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai baju olahraga. Di samping itu juga, bahan taslan mampu menjaga suhu hangat tubuh, yang dimana jika dipakai untuk berolahraga pembakaran kalori dapat bekerja lebih optimal.

Baca Juga: Apa itu Bahan Taslan dan Fungsinya

Kemiripan Bahan Taslan dan Parasut

Bahan parasut dan bahan taslan adalah 2 bahan sintetis yang sangat populer dalam dunia fashion dan pakaian. Biarpun kedua bahan ini menggunakan bahan dasar yang mirip, namun dua-duanya sebenarnya sangat berbeda dari sisi kegunaan dan tekstur. Sebelum kita membahas mengenai perbedaan bahan taslan dan parasut, mari kita ketahui kemiripan utama dari kedua bahan ini, yaitu:

  • Sama-sama bahan sintentis atau buatan manusia, berbeda dengan katun yang terbuat dari kapas.
  • Sama-sama secara natural memiliki efek daun talas sebab kerapatan benang microfibre memungkinkan agar air tidak mudah tembus ke dalam.
  • Secara aplikasi kedua bahan ini sama-sama sering dipakai untuk pembuatan jaket dan keperluan outdoor lainnya, namun masing-masing kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Perbedaan Bahan Taslan dan Parasut

1. Ketebalan bahan

Dari sisi ketebalan bahan, bahan taslan memiliki tingkat ketebalan lebih tebal daripada bahan parasut. Sehingga juga mempengaruhi berat bahan tersebut. Bahan parasut biasanya sangat tipis. Pengaruh yang paling utama adalah pada kain putih, di mana bahan parasut berwarna putih akan terlalu tipis sehingga bagian dalam tubuh akan terlihat. Hal ini tidak akan terjadi pada bahan taslan yang tebal.

Oleh karena itu, jaket taslan umumnya dipakai untuk outdoor ketimbang bahan parasut. Karena bahan taslan lebih kuat melindungi dari cuaca outdoor yang ekstrim dan faktor eksternal lainnya seperti ranting pohon, gesekan dengan bebatuan dan lain-lain. Bahan parasut akan terlalu tipis dan tidak mampu melindungi faktor alam yang ekstrim. Akan tetapi, untuk keperluan olah raga atau perlindungan dari hujan, bahan parasut adalah bahan yang cukup. Sehingga bahan parasut akan lebih sering ditemui untuk jaket lari, jaket motor, jas hujan, cover tas dan lain-lain

2. Ketahanan terhadap air

Bahan taslan dan bahan parasut adalah 2 bahan yang sebenarnya sama-sama memiliki fitur tahan air. Hal ini disebabkan oleh keduanya adalah bahan yang tergolong jenis microfiber atau bahan yang menggunakan benang lebih tipis dari rambut manusia dan kerapatan jahitan yang sangat rapat. Dari sisi kontruksi bahan ini, sudah dipastikan bahwa air tidak akan langsung dengan mudah tembus melewati kain.

Tapi bahan taslan dan parasut memiliki ketahan air yang berbeda-beda. Bahan taslan memiliki banyak jenis sendiri. Ada bahan taslan yang memiliki lapisan coating waterproof, namun ada juga bahan taslan yang tidak. Coating waterproof adalah lapisan dalam yang menjaga agar air tidak tembus ke dalam. Taslan yang memiliki coating waterproof akan terasa lebih tebal dan agak lengket di bagian dalamnya.

Untuk bahan parasut, biasanya bahan parasut termasuk kategori waterproof. Sisi waterproof sebuah bahan dapat dirasakan dengan menggerakan dan meremas bahan, apabila menimbulkan suara seperti plastik, maka bahan tersebut kemungkinan adalah bahan yang memiliki lapisan waterproof.

3. Tekstur bahan

Baju atau jaket taslan akan memiliki tekstur berbeda antara di luar dan di dalam permukaan kain, sedangkan bahan parasut memiliki tekstur yang sama antara di luar dan di dalam. Hal ini disebabkan karena efek waterproof yang dimiliki bahan taslan berasal dari lapisan karet tipisnya yang biasanya terdapat pada bagian dalam kain tersebut.

Terdapat beberapa jenis dari bahan taslan seperti taslan bening, taslan balon dan kain taslan milky. Penamaan tersebut merujuk pada bagian lapisan bahan taslan, bening berarti warnanya bening, sedangkan taslan milky memiliki warna yang lebih putih susu. Sedangkan efek waterproof dari bahan parasut berasal dari bahan itu sendiri. Sehingga jika memegang bagian luar kain jenis parasut akan terasa sama dan nyaris tidak ada perbedaan.

Baca Juga: Pakaian Saat Musim Hujan yang Perlu Disiapkan

Tips Mencuci dan Merawat Bahan Taslan

tips merawat jaket bahan taslan

Terdapat beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mencuci serta merawat pakaian yang terbuat dari bahan taslan. Kamu juga dapat memakai air dingin atau air kran langsung untuk mencuci baju atau jaket taslan. Berikut ini tips selengkapnya:

  • Mencuci menggunakan sabun cuci pakaian yang tidak mengandung zat deterjen. Hal itu dikarenakan bahan deterjen yang terlalu keras dapat merusak serat kain taslan.
  • Kamu dapat memakai tangan atau sikat berbulu lembut untuk membersihkan kain taslan apabila terdapat noda yang menempel di permukaan kainnya. Sebisa mungkin untuk tidak menggosok bahan taslan terlalu kasar sebab hal itu malah merusak kain.
  • Setelah dicuci dan dibilas, kain taslan daqpat langsung dijemur dengan cara digantung sambil dianginkan selama semalaman. Kain taslan yang basah tidak memerlukan sinar matahari langsung karena dapat mengubah warna kain menjadi pudar.
  • Ketika pakaian bahan taslan sudah kering, maka kamu dapat menyetrikanya dengan tingkat panas low-medium atau jika ada yang dikhususkan untuk bahan kain nilon. Untuk lebih aman lagi, kamu bisa melapisi bahan taslan dengan menggunakan kain lain yang tahan panas saat disetrika.
  • Hal terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah menyimpan baju bahan taslan pada gantungan atau hanger dan diletakkan ke dalam lemari, tujuannya supaya bahan taslan tersebut tidak mudah kusut jika ingin digunakan.

Baca Juga: Jenis-jenis jaket hoodie

Jika kamu sedang mencari bahan yang terbaik untuk jaket, di Tshirtbar tersedia berbagai bahan yang bisa kamu pilih dan juga kamu bisa custom jaket parasut fullprint dengan desain sesuai keinginan kamu sendiri. Segera hubungi tim sales kami dan dapatkan penawarannya sekarang juga!

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *