Mengenal Moodboard Desain Busana dan Tips Membuatnya

Moodboard desain busana adalah salah satu senjata ampuh bagi para desainer pakaian. Industri fesyen sudah lebih dinamis dan terus tumbuh pesat. Dengan adanya moodboard bisa jadi wadah yang efektif untuk menyusun dan menampilkan konsep desain secara kreatif dan terarah. 

Artikel ini akan membahas secara rinci tentang moodboard desain untuk busana dan bahas faktor penting dalam proses perancangan busana, supaya para desainer bisa mengembangkan ide kreatif mereka secara maksimal.

Apa Itu Moodboard Desain Busana?

Desain busana seperti kaos pasti butuh ciri khas sendiri. Di sinilah peran moodboard dapat menentukan bagaimana desain pada pakaian akan terbentuk. 

Moodboard didefinisikan sebagai gambaran visual yang mencakup tekstur, warna, gambar, dan produk contoh yang jadi inspirasi dan menjelaskan konsep dari koleksi busana.

Inspirasi pada moodboard bisa jadi acuan untuk mencurahkan segala konsep dan ide pada koleksi busana dengan jelas dan lebih detail. Gambar yang jadi acuan bisa beragam tergantung dari tujuan desain yang akan dirancang oleh desainer.

Tujuan utama dari moodboard fashion ialah untuk memberikan arahan desainer dan memperlihatkan pengaruh warna dan desain. Selain itu, semua informasi visual yang berkaitan dengan penelitian juga perlu dimasukkan ke dalam moodboard.

Baca Juga: 5 Desain Baju Aesthetic dan Cara Membuatnya

Apa Saja Fungsi Moodboard Desain Busana?

Moodboard dapat berfungsi untuk berbagai tujuan, mulai dari mengorganisir inspirasi seputar proyek hingga menjadi sumber daya yang berharga selama proses desain. Selain itu, moodboard dapat berfungsi sebagai berikut:

1. Sebagai Alat Komunikasi

Fungsi moodboard tentunya bisa digunakan untuk menyampaikan konsep desain kepada tim dan klien dengan visual yang mudah dipahami. Dalam proses desain busana, moodboard akan menggambarkan ide dan konsep desain. 

Selain itu terdapat warna dan gaya yang akan dipakai. Seluruh pihak yang terlibat dalam proyek mampu memahami dengan jelas nilai estetika yang akan diterapkan pada koleksi busana yang akan dirancang.

2. Menghindari Kesalahan

Konsep desain memang tidak selalu mudah dipahami secara verbal. Moodboard dapat memberikan solusi dalam memahami konsep dengan menyajikan representasi visual yang lebih jelas.

Hal ini juga akan membantu semua pihak mengenai arah dan konsep koleksi. Sehingga terhindar dari kemungkinan adanya kesalahpahaman yang bisa mengganggu proses perancangan dan hasil akhir yang tidak sesuai dengan harapan.

3. Membantu Pengembangan Ide

Moodboard terdapat berbagai referensi untuk menghadirkan sebuah konsep yang kuat. Peran penting ini juga dapat mengidentifikasi tren dan pola yang muncul serta mencari inspirasi dari berbagai sumber seperti situs, majalah, media sosial, dan film. 

Perancang busana akan membawa ide kreatif yang kuat dengan menempatkan gambar, warna, dan elemen desain lainnya yang sesuai dengan value dan gaya yang diinginkan. Dengan begitu, konsep desain busana jadi tampak lebih terstruktur dan bermakna.

4. Menunjukkan Arah untuk Koleksi Busana

Peran penting lainnya dalam moodboard adalah membantu menentukan arah koleksi busana dan memastikan bahwa semua elemen desain yang diperlukan sudah terkandung dalam konsep utama. 

Akibatnya, perancang dapat memvisualisasikan secara lebih spesifik tentang konsep yang diinginkan, sehingga memudahkan dalam memilih ragam elemen yang sesuai. Hal ini akan membantu perancang untuk mewujudkan koleksi busana yang sesuai dengan visi dan estetika brand.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Desain Kaos Streetwear Terbaik

Bagaimana Tips Membuat Moodboard Desain Busana?

tips membuat moodboard desain busana

Sebelum memulai untuk merancang moodboard, poin berikut harus bisa mewakili apa yang akan diciptakan sebelum pada akhirnya berlanjut pada tahap produksi:

1. Tentukan Objektif 

Poin pertama yang perlu dilakukan adalah bisa tahu apa yang ingin dicapai dari sebuah brand. Contohnya seperti target pasar, bentuk pakaian dan price positioning. 

Hal ini akan membantu konsep besar untuk tema spesifik dari setiap pakaian atau aksesoris yang akan dirancang. Karena, pada dasarnya moodboard hanya dipakai sebagai acuan dalam proses produksi pakaian.

2. Percayakan Diri Sendiri

Kunci utama dari sebuah moodboard adalah dari ide kreatif si pembuat. Perancang busana harus memasukkan elemen yang punya ikatan dengan desain. Jangan sampai ada paksaan untuk menambah ornamen yang tidak sesuai selera. 

Hasil konsep yang terstruktur dapat menghasilkan produk dengan image baik. Di samping itu juga bisa menjaga kapabilitas diri kamu sebagai desainer busana yang kompeten di bidangnya.

3. Cari Referensi

Moodboard diartikan sebagai representasi perjalanan riset dari awal hingga pengembangan konsep yang lebih lanjut. Oleh sebab itu itu, penting untuk memilih foto atau gambar yang paling relevan dan fokus untuk dijaikan inspirasi dalam desain pakaian.

Selain itu, pastikan untuk menambah gambar dengan resolusi tinggi dan detail. Ini akan membantu perancang agar bisa lebih fokus dan seluruh pihak yang terlibat bisa tahu desainnya akan dibuat seperti apa.

4. Buat Sedetail Mungkin

Layout pada moodboard harus banyak mencakup berbagai unsur, seperti foto, pemilihan warna, dan font pada desain. Komposisi pada moodboard bila dibuat secara detail tidak akan mempersulit semua pihak untuk paham dengan tema yang akan dituju.

Kumpulkan inspirasi sebanyak mungkin dan sortir apa yang pas, dan apa yang kurang pas dalam penentuan konsep desain secara keseluruhan.

Baca Juga: Rekomendasi Desain Baju Polos Warna Biru

Apa Saja Contoh Moodboard Desain Busana?

contoh moodboard desain busana

Berikut adalah contoh dari moodboard yang bisa kamu coba di kemudian hari. Antara lain:

1. Digital Moodboard

Sesuai dengan namanya, digital moodboard merupakan sebuah moodboard yang dibuat melalui proses digital, seperti aplikasi desain yang tersedia di komputer. Keunggulan dari digital moodboard yakni kamu tidak perlu mencetak semua gambar dan lebih hemat waktu.

2. Printed Moodboard

Berbeda dengan digital, printed moodboard mengharuskan desainer untuk mencetak semua inspirasi fesyen dan ditempelkan di sebuah papan. Meski dibilang ribet, nyatanya moodboard yang dibuat secara fisik lebih memotivasi perancang untuk bisa lebih semangat dalam mendesain koleksi pakaian.

3. Colour Palette

Moodboard satu ini lebih menampilkan pilihan warna secara primer maupun turunannya. Supaya bisa disesuaikan dengan konsep koleksi pakaian tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan tentang moodboard desain busana. Sekarang kamu bisa menciptakan kreasi moodboard yang bisa menghasilkan profit dari koleksi busana dan merchandise favorit kamu. Setelah itu, langsung saja produksi di Tshirtbar.

CTA BANNER Custom

Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 2 3 211