Last Update: October 31st, 2022 at 10:17 am

Mengenal Pengertian, Proses, dan Kelebihan Produksi Massal

Permintaan pasar yang tinggi menuntut produsen untuk bisa merilis sesuai dengan permintaan yang sangat tinggi. Produksi skala besar sering dilakukan. Mulai dari SDM yang terpenuhi hingga biaya produksi murah. Artikel ini akan membahas mengenai produksi massal sekaligus kelebihan produksi massal.

Apa Pengertian Produksi Massal?

Produksi massal sudah sering didengar, namun apa sebenarnya arti dari produksi massal? Bagi yang belum memahami, produksi yang dilakukan secara masif dengan skala besar dan berjalan dalam waktu yang panjang disebut sebagai produksi massal. Hal ini bertujuan untuk memenuhi pasar, sekaligus menjalankan roda perekonomian dari produsen tersebut.

Produksi massal bukan hanya melibatkan perusahaan yang besar namun juga sumber daya manusia yang banyak, serta modal dan bahan baku yang terlibat bukan dalam produk kecil. Bukan hanya itu saja, dengan melibatkan produksi yang besar maka waktu pengerjaan dilakukan berulang hingga waktu yang tidak ditentukan.

Terlepas dari kebutuhan yang tinggi di pasar dan juga produksi skala besar, hal yang digunakan juga dalam produksi massal yaitu penggunaan mesin yang canggih serta aturan/SOP yang mengikat dengan tujuan dapat merilis produk kualitas tinggi dengan mutu yang tersertifikasi.

Bagaimana Proses Produksi Massal?

Dalam proses produksi terdapat tahapan yang wajib dilakukan, walaupun masing-masing pabrik/produsen umumnya memiliki standar berbeda. Namun secara general atau keseluruhan tahapan yang dilakukan yaitu:

1. Routing

Proses pertama adalah routing atau penyusunan urutan produksi. Standar ini wajib disampaikan kepada semua divisi walaupun sudah dilakukan berulang kali. Mulai dari persiapan bahan baku, pengecekan mesin, standar tersertifikasi pada setiap produk, jumlah produksi, isu/masalah yang mungkin terjadi serta persiapan lain sebagai tambahan produksi.

2. Scheduling

Selanjutnya adalah scheduling atau penjadwalan merupakan tahapan kedua ketika ingin proses produksi massal. Penjadwalan ini meliputi semua pengaturan jadwal, mulai dari jadwal persiapan produksi, jadwal produksi hingga jadwal pengecekan kualitas.

Begitupun jadwal yang ditujukan untuk finishing atau proses paling akhir. Penjadwalan ini juga harus melibatkan analisis jika harus tertunda atau mundur karena satu dan lain hal, maka berapa lama proses tersebut terjadi.

3. Dispatching

Dispatching atau pembagian pekerjaan adalah proses selanjutnya yang bisa dilakukan. Walaupun sudah ada divisi dan juga tugas pasti dari masing-masing bagian tetapi perlu diketahui bahwa dispaching merupakan salah satu SOP yang harus dilakukan. Koordinasi yang tinggi dan sinkron juga wajib dilakukan untuk memastikan SOP dan proses sudah terkonfirmasi dan tidak ada miss atau poin terlewat dari masing-masing divisinya.

4. Follow Up

Terakhir adalah tahap follow up, memastikan semua proses berjalan sesuai beberapa tahapan sebelumnya. Follow up ini dikerjakan oleh semua supervisor dan manager yang melakukan pengecekan.

Mereka juga wajib memastikan semua proses dan bidang memproduksi dengan tepat dan benar. Beberapa produsen menetapkan jumlah target yang harus diproduksi, sehingga saat semua berjalan tidak menutup produksi tinggi dan target besar menjadikan pekerjaan produksi massal cukup melelahkan. Berikut contoh proses produksi massal untuk kaos sablon:

Baca Juga: Mari Ketahui Berbagai Macam Bahan Untuk Produksi Jaket

@tshirtbarid

Yuk custom tshirt mu di Tshirtbar. Banyak pilihan effect print lainnya! IG: tshirtbarid #fyp #fypsoundsss #xyrbca #xyrcba #sablon #tshirtcustom

♬ Wolfgang Dance – Tik Toker

Bagaimana Ciri-ciri Produksi Massal?

Jika melihat dari sistem kerjanya, ada beberapa ciri-ciri produksi massal yang bisa dideteksi:

1. Biaya produksi tinggi

Biaya tinggi yang dimaksud adalah proses pembuatan yang massal tentu mengeluarkan modal yang juga besar, namun hal tersebut harus sebanding dengan keuntungan yang akan didapat oleh produsen. Bahkan jika dihitung per satuan produk, biaya akan sangat murah.

2. Menguasai Pasar

Ciri produksi massal yang juga kelebihan produksi massal, yaitu dapat menguasai pasar. Bukan hanya produksi dengan skala besar dan distribusi yang merata tetapi juga diharapkan pasar dapat dikuasai oleh produk tersebut.

3. Dijual bebas

Selanjutnya produk akan terjual bebas, tentu diiringi dengan sertifikasi, tes dan juga uji kelayakan yang sudah lulus. Sehingga aman untuk digunakan terutama produk konsumsi. Karena akan diproduksi dalam jumlah yang cukup besar dan waktu yang panjang. Ciri ini wajib digunakan.

Baca Juga: Mengenal Istilah Fast Fashion, Dampak, dan Ciri-cirinya

Apa Saja Manfaat Produksi Massal?

Lalu apa saja manfaat yang bisa diterima dari sisi produsen dan konsumen dari produksi massal ?

1. Produk Tidak Langka

Jika jenis produk masuk ke dalam kebutuhan utama misalnya saja baju seperti kaos jelas produksi massal menangkal kelangkaan yang terjadi. Apalagi kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk utama sering tinggi.

2. Menurunkan Biaya Produksi

Semakin banyak semakin murah perhitungan produksinya. Hal yang harus digarisbawahi bukan biaya yang dikeluarkan melainkan biaya produksi per produknya. Sehingga hal ini menjadi salah satu manfaat yang bisa didapat.

3. Membuka Lapangan kerja

Sudah jelas produksi massal membutuhkan SDM yang dapat membantu produsen tersebut berkembang.

Baca Juga: Tampilkan Kreativitas Kalian Dengan Design Kaos Sendiri!

Apa Saja Kelebihan Produksi Massal?

Setelah membahas mengenai manfaat, lalu apa saja kelebihan produksi massal?

1. Efisiensi Waktu

Karena produksi besar-besaran memberikan target, tentu dengan cara ini kita bisa meningkatkan efisiensi waktu dan mendistribusikan kebutuhan pasar. 

2. Perputaran Ekonomi Berjalan Cepat

Produksi massal mengharuskan semua yang terlibat didalamnya berjalan cepat. Mulai dari produksi, pekerjaan, SDM bahkan perputaran uang yang ada. Sehingga keuntungan dan kondisi stabilnya produsen lebih terjamin. Kecuali ada kondisi force majure seperti kebakaran, musibah dan lainnya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Agar Kalian Menggunakan Kaos Dengan Tepat

Apa Saja Kekurangan Produksi Massal?

Setelah membahas mengenai kelebihan produksi massal, jelas ada kekurangannya, diantaranya yaitu :

1. Modal Besar

Saat memulai produksi besar jelas modal yang dibutuhkan akan besar. Sehingga memulai menjadi produsen bukan perkara mudah, terutama jika produk bukanlah produk primer/yang dibutuhkan pasar.

2. Tidak Fleksibel dan Ketat

Terkejar kebutuhan pasar dan juga permintaan menjadikan pekerjaan dan target produksi tidak sesantai yang terlihat. Mereka harus bisa mewujudkan produk yang cepat, tepat dan berkualitas.

Apa Saja Contoh Produk yang Diproduksi Massal?

Di Indonesia terdapat beberapa kota yang berlabelkan “kota industri” karena terdapat pabrik yang memproduksi berbagai kebutuhan. Seperti contohnya Tshirtbar yang berproduksi dalam pembuatan baju custom. Tshirtbar sebagai jasa pembuatan baju custom bisa menghasilkan dengan jumlah besar hingga ribuan. Tentunya di proses dengan tenaga ahli yang sudah berpengalaman. Kelebihan produksi massal juga dapat mempercepat proses produksi sehingga bisa selesai dengan cepat.

Contributor and Creative at Tshirtbar at Tshirtbar
Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *