Last Update: September 30th, 2022 at 4:07 pm

Perbedaan Sablon Digital dan Manual serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sablon manual vs sablon digital. Printing baju dikenal sebagai salah satu metode baru yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti sablon manual. Namun, meskipun dikenal sebagai cara terbaru dan juga lebih praktis untuk dilakukan, faktanya masih banyak pula masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan metode lama dengan cara sablon manual. Hal ini tidak lepas dari beragam kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya. Bagi anda yang ingin tau apa saja perbedaan, kelebihan serta kekurangan metode sablon dengan cara manual serta metode yang dilakukan dengan bantuan alat printing digital, simaklah penjelasannya berikut ini:

Perbedaan Sablon Digital dan Manual

Perbedaan paling utama antara sablon digital dan manual adalah metode untuk mengaplikasikan tinta ke media cetaknya yaitu kaos. Perbedaan tersebut perlu diketahui untuk bisa menjadi pertimbangan saat memilih teknik sablon mana yang paling baik sesuai dengan kebutuhan serta harapan. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya mengenai perbedaan sablon manual dan sablon digital.

1. Biaya

Jika dilihat dari jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk kedua jenis sablon tersebut, terdapat beberapa keunggulan dan kekurangannya masing-masing yang perlu Anda ketahui sebelum memilih untuk menggunakan jenis yang mana.

Pada sablon manual, biaya yang dikeluarkan untuk pengerjaan 1 buah kaos tentu akan lebih mahal jika dibanding sablon digital. Sementara jika Anda mau memesan kaos dalam jumlah yang banyak, maka sablon manual adalah teknik mencetak yang jauh lebih terjangkau walaupun pengerjaannya lebih lama dari sablon digital.

Hal itu dikarenakan, sebanyak apapun kuantitas kaos yang ingin dicetak, pada sablon manual Anda harus tetap membeli tinta yang jumlahnya hampir sama untuk 1 kaos maupun beberapa kaos. Disamping itu, Anda juga tetap harus menyiapkan screen, serta biaya sablon manual lain seperti menghitung jenis-jenis warna yang berbeda.

Sedangkan untuk sablon digital, pengerjaan 1 buah atau lebih kaos dapat dikerjakan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Meskipun peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan seperti membeli printer, komputer, serta biaya pemeliharaan peralatan tersebut tentunya akan lebih mahal. Maka dari itu, para pemilik usaha sablon digital seringkali jarang memberikan potongan harga untuk pemesanan cetak dalam jumlah besar.

Baca Juga: Apa Itu Sablon DTG? Kenali Kelebihan Serta Perbedaannya

2. Tingkat Kesulitan

Perbedaan sablon manual dan digital berikutnya adalah pada kesulitan pengerjaan, yang dimana hal ini berpengaruh pada poin sebelumnya di atas, yakni biaya yang diperlukan untuk menyablon 1 buah kaos.

Untuk sablon manual, memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dalam proses pengerjaannya. Mengingat Anda membutuhkan beberapa peralatan dan perlengkapan terpisah, dan juga harus mencetak desain sablon secara manual tanpa didukung oleh mesin printer atau komputer.

Keterampilan juga sangat diperlukan dalam pengerjaan sablon manual, sebab jika terjadi satu kesalahan kecil saja maka pengerjaan sablon bisa diulangi dari awal lagi, bahkan hinggga memerlukan peralatan baru jika terdapat kerusakan.

Sementara, teknik sablon digital memiliki proses pengerjaan yang relatif lebih sederhana karena Anda hanya cukup mengoperasikan komputer dan printer, dan jika terjadi kesalahan maka bisa diulangi dengan lebih cepat.

3. Luas Desain Sablon

Luas desain yang dapat disablon pada sablon digital lebih terbatas, hal itu disebabkan luas desain hanya bergantung pada luas dari mesin printer yang dipakai, baik itu jenis printer sublim maupun printer DTG.

Sedangkan untuk sablon manual, luas screen mencapai 40x50cm yang dimana cukup bisa diandalkan untuk menyablon desain dengan dimensi yang luas. Lalu jika sebelum dijahit menjadi baju kaos dan desain sudah dicetak, maka bisa dikatakan tidak terdapat batasan dalam penggunaan sablon manual.

4. Tingkat Kompleksitas Desain

Melihat dari sisi kompleksitas desain mengenai perbedaan sablon manual dan digital, hal ini dapat dibilang relatif serta sangat bergantung dari kebutuhan Anda, dan juga dari seberapa ahli mereka yang mengerjakan kedua metode sablon tersebut.

Hampir tak ada desain yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan sablon manual, terkecuali jika Anda ingin mencetak foto pada kaos, yang dimana hal itu hanya bisa dikerjakan menggunakan sablon digital agar menghasilkan kualitas yang bagus.

5. Bahan Baju Kaos

Dari segi jenis bahan kaos yang dapat digunakan, pada sablon manual lebih fleksibel dan bisa menyablon pada jenis bahan apapun tergantung dari tipe tinta yang dipakai. Akan tetapi untuk sablon digital biasanya hasilnya akan lebih optimal jika Anda memakai bahan kaos yang 100% cotton alias kain katun.

6. Kualitan Warna Sablon

Kemudian untuk kualitas warna, aspek ini juga tergantung dari beberapa hal, namun yang paling memengaruhi adalah jenis tinta serta keterampilan dari seseorang yang mengerjakan sablon manual, sementara jenis tinta serta printer yang dipakai untuk sablon digital.

Secara umum, hasil cetakan dari sablon digital memiliki tingkat ketebalan tinta yang lebih tipis. Sedangkan untuk sablon manual, tingkat ketebalannya dapat diatur manual oleh yang mengerjakannya. Maka dari itu, biasanya warna sablon kaos manual akan terlihat lebih terang dan tebal dibandingkan warna sablon kaos digital yang tipis.

7. Daya Tahan

Kemudian yang menjadi perbedaan sablon manual dan digital terakhir adalah daya tahan. Faktor ini seringkali menjadi sumber pertimbangan dan diskusi terkait jenis sablon apa yang paling baik.

Banyak yang mengatakan bahwa sablon digital memiliki daya tahan lebih lama dan juga kebalikannya. Namun pada kondisi nyatanya, kedua jenis sablon ini dapat memiliki daya tahan yang baik dengan syarat harus penggunaan tinta, bahan kaos, dan teknik proses sablon yang sudah tepat dan sesuai.

Baca Juga: Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Printing Digital

Metode Sablon Manual

Kelebihan:

  1. Dapat dilakukan dengan menggunakan teknik timbul atau pun busa
  2. Warna sablon yang dimilikinya tidak mudah pudar, atau dapat bertahan lebih lama, bergantung pada kualitas tinta yang digunakan.
  3. Jika ditujukan untuk pemesanan dalam jumlah banyak atau massal, maka biaya pengeluaran yang dibutuhkannya akan jauh lebih murah.

Kekurangan:

  1. Untuk proses pengerjaannya, kegiatan sablon dengan metode manual untuk baju ini terbilang lebih lama. Hal ini berkaitan dengan proses pembuatan film afdruk terlebih dahulu yang harus dilakukan, kemudian kegiatan penyamblonan, penjemuran dan beragam kegiatan lainnya.
  2. Jika dilihat dari hasil cetakan yang dimilikinya, sablon dengan metode manual ini tidak cocok untuk jenis gambar berwarna atau bahkan sablon foto. Karena tidak sebagus penggunaan metode lainnya.
  3. Setelah digunakan beberapa kali dan juga dicuci, umumnya hasil sablon manual ini menunjukkan tampilan gambar yang retak-retak.
  4. Karena proses pembuatan cetakan yang lumayan rumit dan membutuhkan waktu lama, maka proses pengerjaan baju yang dilakukan dengan metode manual ini tidak dapat dilakukan dengan jumlah per satuan. Dengan kata lain, metode yang satu ini selalu menggunakan batas minimal order untuk baju yang hendak dibuatnya.

Metode Sablon dengan Alat Printing Digital

Kelebihan:

  1. Berbeda dengan metode sebelumnya, untuk kegiatan Printing bajudengan alat yang satu ini umumnya memberikan hasil warna yang lebih bervariasi.
  2. Untuk kegiatan sablon dari gambar atau foto dengan warna yang lebih beragam pun dapat menunjukkan hasil yang lebih memuaskan
  3. Jika melihat waktu dari proses pembuatannya, alat printing digital ini dapat membantu proses pengerjaan dengan lebih cepat. Hal ini tidak lepas dari penggunaan media digital berupa  kertas transfer/transfer paper yang membantu kegiatan sablon / printing lebih mudah
  4. Dapat ditujukan untuk pembuatan baju dengan jumlah satuan dan juga tidak dibatasi jumlah pemesanannya
  5. Untuk proses printing yang dilakukannya juga lebih cepat mengering, hal ini terlihat setelah proses pengepressan yang dibantu dengan alat  press digital.

Kekurangan:

  1. Gambar / foto yang dihasilkan umumnya lebih cepat pudar, bergantung pada kualitas tinta, serta kertas transfer yang digunakannya.
  2. Tidak semua bahan atau kain dari pakaian yang anda miliki cocok untuk disablon dengan menggunakan alat printing digital yang satu ini
  3. Harga yang ditawarkan untuk proses printing terbilang mahal sesuai dengan harga kertas transfer serta penggunaan mesin digital printing yang dimilikinya.
  4. Karena kegiatan printing ini dilakukan dengan bantuan mesin, maka luas area untuk sablon atau digital printing itu sendiri umumnya disesuaikan dengan luas dari kertas transfer yang dimilikinya.

Demikianlah kiranya kelebihan serta kekurangan dari metode sablon manual dengan sablon menggunakan alat digital Printing baju dan beragam perbedaan yang dimilikinya. Bagi Anda yang ingin menggunakan jasa sablon, Tshirtbar menyediakan berbagai jenis custom printing dengan kualitas terbaik.

Baca Juga: Kenapa Harus Mencoba Kaos Digital Printing?

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan
Latest posts by Bryan (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.