Last Update: December 12th, 2019 at 11:30 am

Jenis-jenis Kain Katun Ini Membuat Baju Jadi Nyaman Digunakan

Saat berbelanja untuk pakaian kerja, konsumen akan dihadapkan dengan berbagai pilihan. Kombinasi kain, gaya, dan produsen yang berbeda dapat membuat pilihan menjadi sesuatu yang menyulitkan. Dua dari kain yang populer untuk pakaian kerja adalah 100% katun dan campuran poli-katun. Tapi mana pilihan terbaik? Simak berikut ini, jenis-jenis katun yang membuat baju jadi lebih nyaman dipakai.

Katun

Tentu saja untuk jenis kain pertama adalah katun itu sendiri. Jika tidak diawali dari katun, maka tidak akan bermunculan jenis-jenis kain katun lainnya. Katun sendiri merupakan produk tekstil yang terbuat dari kapas. Tumbuhan kapas yang diolah menjadi kain katun memiliki nama latin Gossypium. Tidak hanya untuk kain saja, katun juga biasa menjadi penyebutan untuk benang yang terbuat dari kapas juga.

Katun Bambu

Sesuai namanya, katun bambu merupakan bahan kaus yang terbuat dari serat bambu. Mungkin terdengar aneh untuk Anda ketika tahu tentang katun bambu ini. Komposisi katun bambu sendiri terdiri dari 30% serat katun dan 70% serat bambu. Namun berbicara mengenai kualitas dan kelebihannya, katun bambu tidak bisa dipandang sebelah mata. Ada beragam kelebihan yang ditawarkan katun bambu, seperti anti bakteri, lembut, elastis, kualitasnya tahan lama, serta sejuk ketika digunakan menjalani aktivitas sehari-hari. Katun bambu juga ramah lingkungan. Maka dari itu, katun bambu sering diincar untuk dijadikan bahan kaus.

Katun Modal

Selain katun dan juga katun bambu, ada juga katun modal. Katun modal adalah jenis kain premium yang memiliki komposisi 50% serat katun dan 50% serat kayu (beechwood). Walaupun ada kandungan serat kayu, katun modal juga menawarkan berbagai macam kelebihan. Saat memakai kaus dengan bahan katun modal, akan terasa sangat lembut, kualitasnya tahan lama, anti bakteri, bahan yang lebih ringan, serta mampu menyerap keringat dengan baik.

Kembali lagi ke paragraf pembuka. Jadi, apa perbedaan antara 100% katun dan kain campuran poli-katun? Pertama-tama, campuran poli-katun sesuai dengan namanya, Kain yang terbuat dari serat kapas dan campuran poliester. Rasionya bervariasi, antara  65% kapas dan 35% poliester menjadi yang paling umum. Campuran 50/50 juga sangat mudah ditemukan. Campuran ini dirancang untuk memberikan keuntungan dari serat kapas yang halus dan polyester yang murah menjadi satu kain.

Apa kelebihan dan kekurangan katun?

Kain dengan komposisi 100% katun adalah kain yang sepenuhnya dapat bernapas, artinya bahwa kain katun ini bisa menjadi dingin untuk dipakai walaupun dalam kondisi panas. Namun, semakin meningkatnya ketebalan kain maka breathability-nya berkurang. 100% katun cenderung mudah robek dan aus, namun ini tergantung pada tenunannya. Cotton canvas adalah kain yang sangat tahan lama dan tahan abrasi, tetapi sangat tebal dan berat.

Dalam hal keamanan, serat kapas cenderung lebih tahan api. Sebagai serat alami dengan berbagai keunggulannya, pakaian dengan 100% katun menjadi cenderung sedikit lebih mahal dibandingkan jenis kain sintetis (buatan).

Poliester juga memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan

Poliester tidak bisa bernafas dan memiliki kecenderungan menempel pada kulit setelah Anda mulai berkeringat. Berkenaan dengan daya tahan, poliester adalah serat yang sifatnya elastis. Namun, poliester cenderung tidak tahan abrasi seperti cotton canvas. Karena poliester adalah buatan pabrik. Dari sisi harga, polyester jauh lebih murah daripada 100% katun.

Salah satu jenis kain yang memiliki komposisi poliester adalah dryfit. Sesuai namanya, dryfit merupakan kain yang mampu menyerap keringat, bersifat elastis, dan cocok dijadikan bahan kaus untuk aktivitas yang bisa membuat berkeringat dengan lebih cepat dan banyak. Dengan kondisi inilah, bahan dryfit selalu menjadi kaus untuk olahraga, seperti jersey.

Di luar itu, kain yang terbuat dari campuran katun dan poliester bisa menggabungkan kekuatan dari kedua serat tersebut. Pakaian dari campuran katun poliester menjadi bisa bernafas, dan tahan abrasi. Walaupun secara harga tidak semurah poliester murni. Campuran katun dan poliester dengan perbandingan 65/35 yang disebutkan sebelumnya adalah yang paling populer untuk pakaian kerja, Terutama karena harga, daya tahan dan pilihan warna yang lebih banyak tersedia.

Saat berbelanja untuk pakaian kerja, pilihan antara 100% katun dan campuran katun poli sangat tergantung pada lingkungan kerja dan preferensi pribadi. Jika karyawan bekerja di dalam ruangan di sekitar mesin, daya tahan terhadap kondisi sobek pada katun poli mungkin lebih direkomendasikan. Jika pekerjaan dilakukan di luar ruangan, terutama di daerah beriklim panas, kain katun 100% bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Sebelum memutuskan, pastikan untuk mempertimbangkan semua faktor lingkungan.

 

Itulah tadi berbagai jenis karakteristik kain katun 100% dan kain katun poli. Dengan begitu kini Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat ketika memilih jenis kain untuk pakaian Anda.

Bryan Wicaksono

Founder and CEO at Tshirtbar
began my entrepreneurship journey back in 2013 after spending sometime working for a multinational company. Tshirtbar was established to meet the growing demand of customized apparel in Indonesia. I believe that incorporating technology into the custom apparel industry can provide great values and services for Tshirtbar's customers. Apart from entrepreneurship, being a cancer survivor, I also have a passion in fitness and healthy diet. I am based in Jakarta.
Bryan Wicaksono

Latest posts by Bryan Wicaksono (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *