Garmen: Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Konveksi

Berbicara tentang dunia fashion, garmen adalah salah satu istilah yang sudah tidak asing di telinga. Sektor industri ini sangat menjanjikan terlebih tren mode masih terus berinovasi. Kebutuhan pasar akan sandang memang tak ada hentinya.

Industri satu ini juga tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Khusus di artikel ini, kami akan bahan mengenai sektor industri tersebut lebih dalam.

Apa Itu Garmen?

Garmen adalah sebuah sektor industri yang menghasilkan produk pakaian dalam skala besar. Proses produksi garmen meliputi tahapan panjang mulai dari bahan baku sampai produk jadi. Industri garmen mampu menghasilkan produk massal yang dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat dan bagian penting dari industri fashion dan ekonomi global. Produk yang dihasilkan seperti baju, celana, jaket dsb yang biasa kita temukan di toko ritel besar seperti di mall.

Apa Saja Fungsi Industri Garmen?

fungsi industri garmen

Berikut adalah fungsi dan peran penting industri garmen dalam kehidupan masyarakat dan ekonomi negara:

1. Menghasilkan Produk Fashion

Dalam memenuhi kebutuhan sandang bagi para konsumen, industri garmen punya andil besar dalam menghasilkan berbagai macam jenis pakaian yang dibutuhkan oleh konsumen, baik untuk aktivitas kasual, olahraga, kerja, kegiatan resmi, dll. Produk yang dibuat pun punya model dan desain pakaian yang beragam dan sesuai dengan tren serta selera konsumen.

2. Menyediakan Lapangan Kerja

Salah satu kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi adalah bisnis garmen. Ketersediaan lahan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, sehingga mengurangi tingkat pengangguran. Apalagi bagi orang yang punya keterampilan dalam menjahit dan merancang pakaian.

3. Memenuhi Kebutuhan Industri Fashion

Bisnis garmen punya ikatan yang erat dengan industri fashion, sebab garmen adalah salah satu bahan baku utama dalam pembuatan pakaian dan aksesoris fashion. Maka dari itu, kehadiran industri garmen sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan pasokan garmen sehingga industri fashion bisa terus berjalan dengan menghadirkan pilihan yang variatif.

4. Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Industri garmen punya potensi tinggi untuk memberikan andil dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Hal ini dikarenakan industri garmen mampu menciptakan lapangan kerja yang tidak sedikit, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan konsumsi domestik. Selain itu, industri garmen yang maju juga dapat berperan sebagai sumber pendapatan negara melalui ekspor berbagai pakaian dan aksesoris. 

5. Menghadirkan Pilihan Mode yang Variatif

Peran industri garmen dalam dunia fashion tentu mampu menghasilkan beragam jenis pakaian yang sesuai dengan tren mode terkini, serta bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. Kemampuan industri garmen dalam menciptakan beragam pakaian ini juga mendorong tren mode sangat cepat berkembang.

Baca Juga: Mengenal Usaha Konveksi Baju dan Jenis-Jenisnya

Apa Saja Istilah-istilah dalam Industri Garmen?

istilah dalam industri garmen

Supaya kamu lebih paham tentang garmen, berikut adalah beberapa istilah yang sering ditemui:

1. Tekstil

Tekstil adalah bahan baku (primer) yang dibuat dari serat atau benang, seperti kapas, sutra, wol, atau serat sintetis, yang kemudian diolah menjadi bahan kain atau anyaman.

2. Pola Baju

Pola baju adalah gambaran yang dipakai sebagai panduan dalam memotong kain. Mengolah gambar pola bisa dilakukan dengan software digital, kemudian dicetak oleh mesin printer. Contoh pola bisa kamu cek di sini.

3. Cutting

Ini merupakan sebuah proses dimana kain akan dipotong dan disesuaikan dengan pola pakaian yang akan diolah.

4. Sewing

Proses sewing atau jahit adalah tahap penting dalam proses produksi pakaian. Dalam prosesnya, potongan kain dijahit dengan benang melalui mesin jahit. Adapun kualitas jahitan yang dihasilkan sangat menentukan kualitas dan daya tahan pakaian.

5. Finishing 

Langkah terakhir dalam mengolah pakaian yang mencakup jahitan atau pemasangan aksesoris seperti kancing, ritsleting, dan label.

6. Garment Wash

Mencuci pakaian setelah selesai diproduksi untuk memberikan efek tertentu pada kain, seperti membuatnya menjadi lebih lembut atau memberikan efek tie-dye pada warna.

7. Quality Control

Pengawasan kualitas produk dari tahap awal hingga produk selesai diproduksi untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 

Baca Juga: Clothing Line: Ini Pengertian dan Tips Memulainya untuk Pemula

8. Cutting Layout

Perencanaan dan penempatan pola pada kain untuk menghasilkan hasil potongan kain yang efisien dan mengurangi limbah. 

9. Sampling

Membuat contoh pakaian untuk menguji desain, ukuran, dan bahan yang digunakan sebelum diproduksi dalam jumlah banyak. 

10. Order Quantity

Jumlah pakaian yang dipesan oleh konsumen untuk kemudian masuk dalam proses produksi.

11. Stock Opname

Kegiatan penghitungan dan pencatatan jumlah persediaan bahan baku, produk setengah jadi, dan produk jadi yang tersedia di gudang secara berkala. Tujuannya adalah untuk menghindari kelebihan dan kekurangan persediaan yang dapat mempengaruhi proses produksi dan distribusi produk, serta membantu perusahaan dalam mengoptimalkan alokasi dana dan kebutuhan produksi di masa depan.

12. Warehouse

Tempat penyimpanan berbagai jenis kebutuhan produksi sebelum dijual ke konsumen. Dilengkapi dengan sistem manajemen persediaan yang teratur dalam proses distribusi dan pengiriman produk ke berbagai wilayah.

Apa Saja Perbedaan Industri Garmen dan Konveksi?

Memang keduanya berhubungan dengan produksi pakaian, namun yang jelas sangatlah beda. Berikut adalah perbedaan antara industri garmen dan konveksi:

1. Skala Produksi

Industri garmen: produksi pakaian dalam jumlah massal. 

Konveksi: produksi dan menerima pesanan pakaian dalam jumlah yang lebih sedikit.

2. Fokus Produksi

Industri garmen: untuk dijual ke retail atau ekspor ke toko besar,

Konveksi: memenuhi kebutuhan klien yang menginginkan pakaian dengan desain khusus.

3. Cakupan Produksi

Industri garmen: mencakup semua tahapan dalam proses produksi pakaian, mulai dari desain, produksi bahan baku, sampai dengan finishing. 

Konveksi: lebih fokus pada tahap produksi dan finishing.

Baca Juga: Apa Itu Distro? Pengertian, Ciri, dan Bedanya dengan Kaos Biasa

4. Jangkauan Produk

Industri garmen: cenderung memproduksi berbagai kategori pakaian.

Konveksi: lebih fokus pada satu jenis pakaian.

5. Teknologi Produksi

Industri garmen: menggunakan teknologi dan mesin produksi yang lebih besar dan canggih.

Konveksi: menggunakan mesin produksi yang lebih kecil dan sederhana.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang garmen. Seperti yang sudah kita bahas, garmen adalah sektor industri yang punya andil besar di masyarakat. Tentunya dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar akan pakaian.

Pakaian adalah salah satu kebutuhan primer. Tentunya kualitas pakaian yang dipilih harus punya standar tinggi. Tshirtbar bisa jadi solusi tepat untuk kebutuhan fashion dan merchandise tanpa harus order dengan quantity besar seperti halnya garmen.

CTA BANNER Custom

Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 2 3 214