Last Update: October 25th, 2022 at 9:37 am

Apa Itu Desain Label Baju dan Bagaimana Cara Membuatnya

Desain label baju adalah komponen penting yang harus disertakan pada produk fashion. Fungsinya sebagai identitas brand serta memuat informasi penting tentang baju tersebut. Terkesan sederhana, namun menyertakan label penting sebagai indikator kualitas baju.

Bagi kalian yang ingin berbisnis baju. Sebaiknya mulai memahami ilmu ini agar produk bernilai jual tinggi. Lalu, seberapa penting sebenarnya peran label dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membuatnya?

Apa Itu Label Baju?

Label pada baju adalah salah satu komponen identitas brand yang memuat informasi spesifikasi produk. Biasanya dijahit pada bagian luar atau dalam pakaian. Bentuknya kecil dan tidak mencolok, sehingga tidak akan mengganggu estetika produk.

Bahannya dibuat dari kain pilihan, umumnya berwarna putih atau hitam. Tidak ada aturan desain pada label pakaian. Setiap pemilik brand bebas memasang dengan konten apapun. Selama mengikuti aturan branding fashion.

Fungsi Label Baju

fungsi label baju

Bagi Anda yang memiliki bisnis di bidang fashion, tentunya label baju sangat diperlukan terdapat di dalam produk baju pakaian. Adanya label pada baju ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses penjualan baju itu sendiri. Bahkan label baju ini memiliki beberapa fungsi dan tujuan, yang bisa dijelaskan sebagai berikut.

1. Sebagai Identitas Produk

Fungsi utama dari label baju adalah untuk sebagai identitas resmi pada baju sehingga baju tersebut akan memudahkan calon konsumen dalam mengidentifikasinya sebelum membeli. Dalam hal ini, identitas produk yang dimaksud yaitu nama merek atau brand Anda.

2. Label Baju Sebagai Media Branding

Label baju atau label pakaian juga bisa menjadi salah satu media sarana pendukung kegiatan branding. Dengan adanya label baju ini yang dimana menunjukkan nama merek dengan jelas dan desain menarik, akan membuat calon konsumen semakin mudah untuk mengingat nama merek Anda dan tertarik untuk membelinya.

3. Meningkatkan Nilai Merek dan Produk

Kemudian, label juga bisa meningkatkan nilai atau value dari sebuah merek dan produk baju. Para konsumen tentunya akan cenderung lebih tertarik pada sebuah produk baju yang telah label produk yang jelas, menarik, dan juga bahannya berkualitas. Sebaliknya, minat konsumen pun cenderung akan menurun jika sebuah pakaian tidak mempunyai label baju.

4. Memberikan Informasi Tambahan

Selain berfungsi untuk menampilkan informasi utama seperti nama merek dan nama produk, label baju juga bisa mencantumkan informasi-informasi tambahan mengenai produk baju tersebut, contohnya seperti ukuran baju, material bahan yang digunakan, sampai anjuran cara mencuci atau merawat produk baju dengan tepat.

Baca Juga: Kenali 5 Cara Membuat Desain Baju untuk Acara Penting

Bahan yang Cocok Untuk Label Baju

Berdasarkan desain serta fungsi penggunaannya, label baju sebenarnya bisa dibuat dari bahan yang berbeda-beda. Namun, apabila Anda ingin membuat label baju dengan tampilan yang modern dan juga elegan, Anda perlu menggunakan bahan yang berkualitas baik agar para calon konsumen semakin tertarik untuk membelinya. Umumnya, dalam membuat label baju terdapat 3 bahan yang sering digunakan. Misalnya seperti satin, woven, nylon. Sedangkan untuk label hang tag menggunakan kertas pvc, karton, ivory atau acrylic.

1. Label Baju Bahan Woven

Bahan woven adalah salah satu kain yang paling sering digunakan untuk pembuatan label baju terutama untuk beberapa jenis apparel seperti baju kaos, jaket, dan sweater. Seiring berkembangnya zaman, bahan woven juga dipakai untuk pembuatan label pada produk tas ataupun dompet.

Terdapat beberapa hal yang menjadi ciri khas dari bahan woven dan juga sebagai pembeda dari bahan-bahan lainnya, diantaranya:

  • Terdapat banyak jenis bahan woven yang ada, namun secara umum terdiri bahan woven bertekstur lembut dan kasar.
  • Tekstur bahan woven yang lembut atau kasar tersebut juga tergantung dari kualitas benang jahit dan teknik jahitan yang digunakan.
  • Label baju yang terbuat dari bahan woven cenderung lembut, halus, dan tidak berbulu ketika diraba, sehingga nyaman jika bersentuhan dengan kulit.
  • Harga label baju yang terbuat dari woven juga relatif lebih terjangkau dan tidak akan terlalu mempengaruhi harga produk baju tersebut.

2. Label Baju Bahan Satin

Label baju dari bahan satin merupakan label baju yang tentunya memiliki tekstur sangat halus dan juga lembut sehingga sangat pas untuk digunakan di segala macam pakaian. Dengan memiliki serat yang halus tersebut, label baju bahan satin ini sangat nyaman dan aman bagi penggunanya.

Kemudian yang menjadi karakteristik dan pembeda label baju dari bahan satin dengan bahan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Label baju yang terbuat dari bahan satin biasanya memiliki tampilan yang mengkilap dan bisa dibuat mirip 100% seperti desain awalnya.
  • Proses pembuatan label baju pun lebih mudah dan cepat karena teknik mencetaknya memakai mesin printing khusus.
  • Sejalan dengan kemudahan proses pembuatan tersebut, label baju bahan satin tidak perlu untuk dijahit atau dirajut sehingga lebih efisien.

3. Label Baju Bahan Nylon

Bahan ketiga yang juga sering digunakan untuk pembuatan label baju adalah bahan nylon atau polyester. Bahan ini banyak dijual di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau sama seperti woven.

Bagaimana Cara Menentukan Desain Label Baju?

Bagi pemula yang baru terjun dalam dunia fashion. Tidak jarang kesulitan menentukan isi label pakaian. Walaupun jarang diperhatikan oleh konsumen, namun sebaiknya pahami hal ini sebelum menentukan desain custom.

1. Pahami Karakter Pelanggan

Pahami karakter pelanggan lebih dahulu. Jika memproduksi baju anak, maka gunakan tampilan lucu. Sebaliknya pada produk dewasa, maka cukup dengan menampilkan merek dan ukuran produk.

2. Penempatan Label Di Baju

Pilih posisi label yang tidak mengganggu keindahan pakaian. Umumnya label dijahit di bagian dalam kerah belakang. Atau bagian bawah luar pakaian dengan ukuran kecil.

3. Sesuaikan Dengan Tema

Umumnya label menggunakan warna dasar putih atau hitam. Lalu pilih font tulisan sesuai tema pakaian. Jika pakaian formal, maka sebaiknya gunakan format yang terkesan formal juga.

Baca Juga: 5 Cara Menggambar Desain Baju untuk Pemula

Bagaimana Cara Membuat Desain Label Baju?

Setelah memiliki ide desain, selanjutnya membuat label tersebut. Hal yang perlu diperhatikan saat membuat diantaranya, jenis kain. Berikut ini cara tepat untuk membuat label pakaian agar tetap indah.

1. Tentukan Fungsi Label Pada Baju

Fungsi komponen ini pada pakaian cukup beragam. Selain sebagai branding, juga digunakan tempat menyertakan informasi pakaian. Maka sebelum membuat tentukan fungsinya lebih dahulu, apakah sebagai branding saja, atau disertakan informasi spesifikasi produk.

2. Buat Desain Dengan Aplikasi Painting

Setelah menentukan tujuan dan fungsinya. Selanjutnya buat desain menggunakan media painting digital. Gunakan skema yang tidak mencolok dan tidak terlalu besar. Sebaiknya pilih warna monochrome dengan ukuran kecil.

3. Pilih Bahan dan Cetak

Selanjutnya adalah memilih bahan untuk menerapkan desain label. Biasanya, jenis label yang digunakan adalah metode DTF atau Direct Transfer Film. Metode printing digital ini terkenal karena mampu mencetak desain dengan artikel kecil tanpa harus menggunakan outline seperti yang sering terjadi pada printable polyflex.

Keunggulan penggunaan label print bila dibandingkan dengan kain adalah desainnya yang lebih tahan lama dan baju pun jadi lebih nyaman digunakan.

Baca  Juga: Bagaimana Cara Membuat Pola Baju Anak dengan Sederhana?

Rekomendasi Desain Label Baju?

Untuk label pada baju ada beberapa kategori bisa digunakan. Hal ini berdasarkan pada isi dan fungsi informasi didalamnya. Berikut ini rekomendasi desain label baju.

1. Informasi Merk

Desain pertama adalah pada tipe label merek. Isinya apa saja? Kalian dapat mengisi dengan desain logo brand atau ditambahkan informasi tentang brandnya. Sebagian pakaian terkadang membutuhkan pengelolaan berbeda. Hal tersebut dapat dituliskan pada bagian label juga./

Sebaiknya tampilan dibuat sederhana. Selain itu tempatkan pada dalam baju yang sekiranya tidak mengganggu saat digunakan. Misalnya pada bagian leher dalam.

2. Label Temporary

Jenis temporary merupakan tambahan label menggunakan hang tag atau sticker. Fungsinya sebagai media tambahan informasi produk. Misalnya informasi size, warna, tipe produk, dan lainnya.

Ini dapat dijadikan sebagai pendukung, jika informasi pada label utama terbatas. Desainnya juga lebih besar dan inovatif, dengan kertas atau mika plastik sebagai medianya.

3. Desain Lipat Kecil

Desain lipat kecil posisinya dijahitkan pada sambungan pakaian. Atau bisa juga pada posisi bawah kiri baju. Umumnya berada di detail baju yang menyertakan lipatan, misalnya pada atau bagian bawah pakaian.

4.  Desain Perawatan Baju

Label model tersebut adalah desain yang cukup populer, yaitu menyertakan informasi mengenai cara merawat pakaian. Tujuannya agar konsumen mendapatkan informasi lebih mudah.

Desain Perawatan Baju

Ada beberapa simbol yang bisa kalian gunakan, antara lain: washing (mencuci), iron (setrika), drying (pengeringan) dan bleaching (pemutih).

Itulah, beberapa rekomendasi label baju yang bisa dijadikan pilihan. Ada banyak cara membuat desain label baju unik, tentunya akan meningkatkan harga jual produk fashion kalian di pasaran. Buat kreasi desain mu dari sekarang!

Nabila merupakah penulis sekaligus tim creative dari Tshirtbar, seseorang yang mempunyai ketertarikan kuat dengan industri fashion, enterpreneur dan lifestyle
Nabila Putri Viatikara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 2 3 222